ikhlas

Tuesday, November 19, 2019

HSI 10.70 Perang Badr Kubro 6


Telah terbunuh 70 orang musyrikin pada perang Badr kubro ini dan 70 yang lain di tawan oleh kaum muslimin, sebagian mereka terbunuh ditempat² yang telah diisyaratkan oleh Rasulullãh ﷺ sebelumnya, sisanya lari terbirit² meninggalkan Medan perang & meninggalkan banyak rampasan perang.

Rasulullãh ﷺ pun menyuruh para shahabat untuk melempar mayat² orang-orang musyrikin di sumur² yang ada di Badr & beliau ﷺ & para shahabat nya tinggal di Badr selama 3 hari & menguburkan 14 orang shahabat yang terbunuh & tidak ada diantara mereka satupun yang dibawa ke Madinah.

Pada hari yang ke3 Nabi ﷺ berdiri didepan sebuah sumur yang telah dilemparkan didalamnya 24 pembesar Quraisy, kemudian beliau memanggil nama mereka & nama bapak mereka & mengatakan

apakah menyenangkan seandainya kalian dahulu menaati Allāh & RasulNya, sesungguhnya Kami telah menemukan apa yang Allāh janjikan untuk kami benar adanya, apakah kalian sudah menemukan apa yang Allāh janjikan untuk kalian benar adanya

Berkata Umar

wahai Rasulullãh, engkau berbicara dengan jasad² yang tidak punya arwah

Rasulullãh ﷺ menjawab

demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya tidaklah kalian lebih mendengar daripada mereka terhadap apa yang aku katakan
Ini menunjukkan bahwa Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menjadikan mereka saat itu bisa mendengar ucapan Nabi ﷺ, supaya mereka semakin merasa terhina & semakin menyesal atas kekufuran mereka.

Nabi ﷺ tidak berusaha mengejar Abu Sofyan, karena beliau ﷺ memang hanya di janjikan diantara dua kebaikan saja & beliau sudah diberi kemenangan melawan orang² Musyrikin.

Nabi ﷺ memerintahkan para shahabat orang-orang yang dipaksa untuk berperang & mereka dahulu memiliki jasa bagi kaum muslimin seperti Abbas bin Abdul Muthalib (paman Rasulullãh ﷺ). Akhirnya Abbas menjadi salah seorang tawanan, Nabi ﷺ bermusyawarah Abu Bakar & Umar tentang apa yang harus dilakukan terhadap para tahanan.

Abu bakar mengisyaratkan untuk mengambil tebusan sehingga bisa dimanfaatkan tebusan tadi untuk menguatkan pasukan kaum muslimin & berharap mereka mendapatkan hidayah.

Adapun Umar beliau mengisyaratkan supaya tawanan dibunuh karena mereka adalah pembesar² Quraisy.

Allāh pun menurunkan ayat yang menunjukkan tentang benarnya pendapat Umar.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan
مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
لَوْلَا كِتَابٌ مِنَ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
[QS Al-Anfal 67~69]

tidak pantas bagi Nabi untuk memiliki tawanan sampai dia melumpuhkan musuh² nya di bumi , kalian menginginkan kesenangan di dunia & Allāh menginginkan akhirat & Allāh Dia lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana kalau bukan sebelumnya niscaya akan menimpa kalian siksaan yang besar karena tebusan yang kalian ambil, maka makanlah dari rampasan perang yang kalian ambil sebagai makanan yang halal lagi baik & bertakwalah kepada Allāh, sesungguhnya Allāh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Meskipun yang Allāh utamakan saat itu sebenarnya adalah membunuh tawanan² tersebut namun ayat ini menunjukkan bahwa tebusan yang sudah terlanjur diambil adalah dihalakan.

Dan setelah itu maka seorang pemimpin diberikan kelonggaran pilihan apakah dia membunuh tawanan atau mengambil tebusan atau membebaskan tanpa tebusan kecuali apabila tawanannya adalah seorang wanita atau anak² maka mereka tidak boleh dibunuh.

Berbeda² jumlah tebusan yang diambil saat itu ada tebusan yang sampai 4000 dirham, Zainab putri Nabi ﷺ menebus suaminya Abul Ash bin Robi’ dengan satu kalung, maka para shahabat melepas Abul Ash & mengembalikan kalung tersebut ke Zainab sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi ﷺ. Adapun yang tidak memiliki tebusan maka tebusan nya adalah mengajarkan anak² Anshor menulis.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

HSI 10.69 Perang Badr Kubro 5


Peperangan ini di awali dengan adu tanding secara individu antara wakil orang-orang musyrikin & juga wakil dari kalangan kaum muslimin, maka majulah Utbah bin Robiah & putranya Walid bin Utbah serta saudara laki-laki nya yaitu Saibah bin Robiah, kemudian dari kaum muslimin pertama muncullah beberapa pemuda yang siap melawan 3 orang tersebut, namun orang² Quraisy menginginkan supaya lawan mereka adalah orang yang berasal dari kaum mereka sendiri (yaitu dari orang Quraisy).

Maka Nabi ﷺ memerintahkan Hamzah bin Abdil Muthalib, Ali Bin Abi Tholib & juga Ubaidah bin al-Harits untuk menghadapi 3 orang tersebut.

Terbunuhlah Utbah di tangan Hamzah & Syaibah ditangan Ali adapun Ubaidah & Walid masing-masing terluka, kemudian Hamzah & Ali akhirnya membantu Ubaidah & membunuh Walid bin Utbah kemudian membawa Ubaidah membawa ke markas kaum muslimin.

Hasil dari / tanding ini sangat berpengaruh terhadap kejiwaan pasukan orang-orang Quraisy. Nabi ﷺ menyuruh para shahabat nya untuk menghujani orang-orang Quraisy anak panah mereka apabila mereka mendekat, akhirnya kedua pasukan bertemu & Rasulullãh ﷺ terjun dalam peperangan tersebut & beliau berperang dengan sangat hebat.

Terbunuhlah beberapa pembesar Quraisy seperti Abu Jahl Firaun nya umat ini, Umayyah bin Kholaf yang telah menyiksa Bilal radiallahu anhu, Allāh menurunkan para Malaikat pada peperangan ini.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ
وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
[QS Al-Anfal 10]

dan ketika kalian beristighosah meminta pertolongan kepada Rabb kalian maka Allāh mengabulkan doa kalian, Aku memberikan bantuan kepada kalian dengan 1000 Malaikat yang datang bertubi² & tidaklah Allāh menjadikan itu kecuali sebagai kabar gembira & supaya hati kalian menjadi tenang & tidaklah pertolongan kecuali dari sisi Allāh, sesungguhnya Allāh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana

Ibnu Abbas bercerita bahwa ada seorang muslim pada peperangan tersebut yang mengejar seorang musyrik didepannya, tiba-tiba dia mendengar dari atas suara cambuk & suara prajurit berkuda yang mengatakan majulah ya Haizum (nama Kuda Malaikat) maka dia melihat orang musyrik didepannya dalam keadaan hidung & wajah nya terdapat bekas sabetan cambuk.

Kemudian dia menceritakan hal ini kepada Rasulullãh ﷺ & beliau mengatakan

engkau benar ini adalah bantuan dari Malaikat² yang berada di langit ketiga

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

HSI 10.68 Perang Badr Kubro 4


Ketika orang-orang musyrikin mulai mendekat, maka Rasulullãh ﷺ bersabda

janganlah salah seorang dari kalian maju sehingga aku berada di depannya

Dan ketika orang-orang musyrikin mulai bergerak mendekati pasukan kaum muslimin, beliau ﷺ mengatakan

bangkitlah kalian menuju surga yang lebarnya selebar langit & bumi

Berkata Umai Ibnu Humar al-Anshari

wahai Rasulullãh, surga yang lebarnya selebar langit & bumi

Beliau mengatakan
iya

Berkata Umair

bakhin, bakhin

Sebuah kata didalam bahasa Arab yang mereka gunakan untuk pengagungan sebuah perkara.

Kemudian Rasulullãh ﷺ mengatakan

apa yang menyebabkan kamu mengatakan bakhin-bakhin?

Umair berkata

tidak, demi Allāh wahai Rasulullãh tidaklah aku mengucapkannya kecuali ingin menjadi penduduk surga

Beliau berkata

engkau termasuk penduduk surga

Kemudian beliau mengeluarkan beberapa kurma dari tempat anak panah nya & memakannya, kemudian berkata

kalau aku yang harus hidup sampai aku menghabiskan kurma ini, tentulah aku ini kehidupan yang lama

Kemudian beliau segera melempar kurma² tadi yang ada bersama beliau & berperang kemudian terbunuh.

Umar Ibn Khotob bahwa ketika perang Badr, Nabi ﷺ melihat orang-orang musyrikin yang jumlahnya 1000 orang & melihat para shahabat nya yg jumlahnya hanya 319, kemudian beliau mengarah kehadap kiblat dan mengangkat kedua tangan beliau seraya berdoa

Ya Allāh, wujudkan lah apa yang telah engkau janjikan kepada ku, Ya Allāh berikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku, Ya Allāh seandainya golongan dari kaum muslimin ini binasa niscaya engkau tidak akan disembah

Dan terus menerus beliau ﷺ mengangkat kedua tangannya menghadap kiblat sampai terjatuh dari kedua bahu beliau, datanglah Abu Bakar & mengambil selendang tersebut kemudian meletakkannya dibahu Rasulullãh ﷺ, kemudian berdiri dibelakang Nabi & mengatakan

wahai Nabi Allāh sudah cukup permohonanmu kepada Allāh sesungguhnya Allāh akan mewujudkan janjiNya kepadamu

Maka Allāh menurunkan firman Nya
إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ
[QS Al-Anfal 9]

ketika kalian meminta pertolongan kepada Rabb kalian kemudian Allāh mengabulkan doa kalian, sesungguhnya Aku akan menolong kalian dengan 1000 Malaikat yang turun bertubi²
Maka Allāh pun menurunkan Malaikat² keluar Nabi dari kubah nya & mengatakan

perkumpulan mereka akan dikalahkan dan mereka akan lari terbirit²

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

HSI 10.67 Perang Badr Kubro 3


Setelah Nabi ﷺ melihat semangat kekompakan & keberanian para shahabat untuk berperang, mulailah beliau mengatur pasukan, beliau menunjuk Musa’ad bin Umair sebagai pembawa Liwa yang berwarna putih & memberikan dua Royah yang berwarna hitam kepada Ali bin Abi Thalib & Sa’ad bin Muaz sementara Qois bin Abi So’soah dibagian belakang.

Yang dimaksud dengan Liwa adalah bendera besar & yang dimaksud dengan Royah adalah bendera yang kecil.

Orang² Musyrikin berselisih pendapat, sebagian mereka ingin kembali ke Mekkah tanpa berperang karena menganggap musuh mereka adalah keluarga mereka sendiri, namun Abu Jahal tetap menginginkan untuk berperang. Akhirnya pendapatnyalah yang dimenangkan kemudian mereka mengirim mata² untuk mengetahui jumlah kaum muslimin.

Berkata Abu Jahal
اللَّهُمَّ أَقْطَعَنَا الرَّحِمَ وَآتَانَا بِمَا لَا نَعْرِفُهُ فَأَحْنِهِ الْغَدَاةَ

“Ya Allāh, siapa diantara kami yang memutus silaturahim & datang dengan apa yang kami tidak tau, maka binasakanlah dia besok”
Orang-orang Islām telah sampai ke Badr & sudah melihat tempat peperangan sebelum kedatangan orang-orang musyrikin.

Ali bin Abi Tholib radiallahu anhu menceritakan bahwa pasukan kaum muslimin pada malam tersebut (malam tgl 17 Ramadhon) bermalam dalam keadaan mereka tidur sementara didepan mereka dalam jarak yang tidak jauh ada pasukan orang² musyrikin, sempat turun hujan gerimis pada malam tersebut, sehingga para shahabat berlindung dibawah pohon sementara Nabi ﷺ didalam tersebut dalam keadaan shalat meminta kepada Allāh sampai datang waktu pagi.

Diantara doa beliau

Ya Allāh seandainya golongan ini binasa maka engkau tidak akan disembah lagi

Ketika datang waktu fajar maka beliau ﷺ memanggil para shahabatnya untuk melakukan shalat, kemudian beliau mengimami & setelah itu beliau berbicara & mengobarkan semangat para shahabat untuk berperang.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman
إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ
[QS Al-Anfal 11]

ketika Allāh mengantukan kalian supaya kalian merasa aman & menurunkan hujan untuk kalian untuk membersihkan kalian dari was² syaitan, untuk menguatkan hati kalian & supaya kaki² orang yang beriman tidak goyah
Di pagi hari Tg 17 Ramadhan beliau mempersiapkan pasukan & menyusun pasukan secara ber shof shof & ini adalah cara yang belum pernah dilakukan oleh orang² Arab sebelumnya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ
[QS Ash-Shaf 4]

sesungguhnya Allāh mencintai orang² yang berperang dijalanNya dalam keadaan berbaris, mereka seperti bangunan yang kuat
Dan dengan usulan dari Sa’ad bin Muadz radiallahu anhu kaum muslimin membuat kubah yang kecil untuk Nabi ﷺ supaya beliau terjaga & supaya bisa mengatur pasukan dari kubah tersebut.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

HSI 10.66 Perang Badr Kubro 2


Rasulullãh ﷺ mengetahui jumlah pasukan Quraisy dari Unta yang disembelih untuk makan dalam satu hari, satu Unta adalah untuk makan sehari seratus orang & mereka setiap harinya menyembelih 10 Unta sehingga diketahui bahwa jumlah pasukan orang-orang Quraisy kurang lebih 1000 orang, beliau juga mengetahui info tentang pasukan Quraisy dari sebagian mereka yang telah tertawan oleh pasukan muslimin.

Sebagian pasukan Muslimin merasa tidak siap berperang menghadapi musuh karena tujuan utama mereka semula adalah untuk menghadang rombongan dagang Quraisy.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan
كَمَا أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْ بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَكَارِهُونَ
[QS Al-Anfal 5]

sebagaimana Allāh telah mengeluarkan dirimu (wahai Muhammad) dari rumahmu dengan kebenaran & sesungguhnya sebagian orang-orang yang beriman tidak menyukainya
Disisi yang lain orang-orang Anshor pada baiat aqobat yang kedua telah membaiat Nabi ﷺ untuk menjaga beliau & menolong beliau di kota Madinah & tidak membaiat beliau ﷺ untuk berperang diluar kota Madinah, sehingga kita mengetahui bahwasanya pasukan² yang diutus sebelumnya untuk keluar di kota Madinah hanya terdiri orang-orang Muhajirin karena dalam peperangan ini ada orang-orang Anshor bahkan mereka adalah mayoritas, maka Nabi ﷺ bermusyawarah dengan para shahabat nya khususnya orang-orang Anshor

Berkata al-Miqdad bin Amr ketika mendengar kabar dari Nabi ﷺ tentang orang-orang Quraisy

wahai Rasulullãh lakukan sesuai dengan apa yang Allāh tampakkan kepadamu, maka kami akan bersamamu, Demi Allāh kami tidak berkata kepadamu seperti ucapan Bani Israel kepada Musa

pergilah kamu & Rabbmu kemudian berperanglah kami duduk disini akan tetapi,
pergilah kamu & Rabbmu & berperanglah kami akan berperang bersama kalian


maka Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar, seandainya engkau membawa kami masuk kedalam tanah niscaya kami akan bersungguh-sungguh bersamamu sehingga engkau sampai tujuan

Berkata Nabi

baik

Kemudian beliau mendoakan kebaikan bagi mereka.

Kemudian beliau meminta pendapat Anshor

berikanlah isyarat kepadaku wahai manusia

Berkata Sa’ad bin Muadz sebagai pemula orang-orang Anshor

Demi Allāh, sepertinya engkau menginginkan kami wahai Rasulullãh

Beliau mengatakan iya

Sa’ad bin Muadz berkata

sungguh kami telah beriman dengan mu & membenarkan dirimu, bersaksi bahwa apa yang engkau bawa adalah benar & kami telah memberikan kepadamu janji² kami untuk senantiasa mendengar & taat kepadamu, maka lakukanlah wahai Rasulullãh, apa yang engkau inginkan kami akan bersamamu, Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, seandainya engkau membawa kami ke laut kemudian engkau masuk kedalamnya niscaya kami akan masuk bersamamu, tidak ada diantara kami yang ketinggalan seorangpun & kami tidak benci engkau mempertemukan kami dengan musuh² kami besok, sungguh kami adalah orang² yang bersabar dalam berperang, jujur ketika bertemu dengan musuh semoga Allāh memperlihatkan kepadamu tentang kami apa yang membuat sejuk matamu, maka berjalanlah diatas berkah Allāh

Maka Nabi ﷺ sangat berbahagia dengan ucapan Sa’ad bin Muadz, kemudian beliau berkata

berjalanlah kalian & berbahagialah karena Allāh akan menjanjikan kepadaku satu diantara dua golongan, Demi Allāh aku telah melihat tempat² terbunuhnya mereka

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishak dengan sanad yang shahih

Yang dimaksud dengan dua golongan adalah

①. Rombongan pedagang yang dipimpin oleh Abu Sofyan.

②. Pasukan orang-orang Quraisy.

Maka Nabi ﷺ dijanjikan oleh Allāh satu diantara keduanya (lihat QS Al-Anfal: 7).

Demikian yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy