ikhlas

Wednesday, September 4, 2019

HSI 10.27 Islamnya Beberapa Sahabat Setelah Dimulainya Dakwah Jahriyah


Halaqah yang Kedua Puluh tujuh dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Islāmnya Beberapa Shahabat Setelah Dimulainya Dakwah Jahriyah

Diantara yg masuk Islām setelah dimulainya dakwah Jahriyah adalah
Abu Dzar Al-Ghifari radiallahu anhu

Sebagaimana didalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Bukhari & Muslim.

Beliau adalah seseorang yang berasal dari luar kota Mekkah tepatnya dari Ghifar, datang ke kota Mekkah ingin bertemu dengan Rasulullãh ﷺ setelah mendengar tentang kedatangan beliau, kemudian setelah bertemu & mendengar ucapan beliau ﷺ, maka Abu Dzar pun masuk Islām, kemudian Nabi ﷺ menyuruh kepada Abu Dzar kepada kaumnya & mengabarkan kepada mereka sampai datang perintah Nabi ﷺ.

Kemudian Abu Dzar berkata

_demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya sungguh aku akan berteriak diantara mereka, maka dia pun keluar sampai mendatangi Masjidil Haram & berteriak dengan suara yang keras 

اشهد ان لا اله الا الله وأشهد أن محمد رسول الله_”

Maka merekapun mengeroyok Abu Dzar & memukul beliau sampai beliau terkapar, datanglah Al Abbas bin Abdul Mutholib, paman Rasulullãh ﷺ & mengingatkan orang-orang Quraisy dengan balasan orang Ghifar jika orang² Quraisy pergi berdagang ke arah Syam & melewati daerah mereka akhirnya Abbas bisa menyelamatkan Abu Dzar.

Pulanglah Abu Dzar ke Ghifar & masuk Islām lah separuh dari mereka, adapun separuh yang lain maka mereka baru masuk Islām setelah hijrah nya Rasulullãh ﷺ.

Diantara yg masuk Islām setelah dimulai dakwah Jahriyah adalah Dhimad al-Azdi dari Syanu’ah.

Beliau adalah tukang ruqyah & mendengar orang² bodoh kota Mekkah mengatakan bahwa Muhammad adalah orang gila. 

Berkata Dhimad

seandainya aku melihat laki-laki ini semoga Allāh menyembuhkan dia dengan tanganku_

Dan ketika bertemu dengan Nabi ﷺ maka Dhimad menawarkan kepada Nabi untuk meruqyah beliau maka Nabi mengatakan

إن الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَمَّا بَعْدُ

Maka Dhimad meminta Nabi ﷺ mengulang kata² tadi & akhirnya diulang oleh Nabi ﷺ tiga kali, kemudian Dhimad berkata

sungguh aku telah mendengar ucapan para dukun, ucapan² tukang sihir, ucapan para tukang Syair, tetapi aku tidak pernah mendengar kata² seperti ini.

Kemudian akhirnya beliau masuk Islām & membaiat Nabi ﷺ untuk dirinya & kaumnya & kisah masuk Islām Dhimad diriwayatkan oleh Al Imam Muslim didalam shahih nya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته


Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

Tuesday, September 3, 2019

HSI 10.26 Beberapa Sebab Gangguan Orang-Orang Quraisy Terhadap Dakwah Rasūlullāh shallallāhu ’alayhi wa sallam Setelah Dakwah Jahriyyah


Halaqah yang Kedua Puluh enam dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah adalah tentang Beberapa Sebab Gangguan Orang-orang Quraisy terhadap dakwah Rasulullãh ﷺ setelah dakwah Jahriyah

Diantara beberapa sebab dakwah Jahriyah yang dilakukan oleh Rasulullãh ﷺ tentunya membawa efek & dampak terhadap kehidupan beragama orang-orang Quraisy mereka berusaha untuk mengganggu merintatangi dakwah Rasulullãh ﷺ & diantara sebabnya

①. Yang paling utama karena dakwah Tauhid yang dibawa oleh Rasulullãh ﷺ mengancam keyakinan yang selama ini orang-orang Quraisy & bapak² mereka meyakininya. Rasulullãh ﷺ mengajak peribadatan kepada Allāh semata tidak ada sekutu baginya untuk menyekutukan Allāh dengan yang lain didalam beribadah.
Allāh mengatakan :
إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ
وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ

sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ mereka menyombongkan diri & mengatakan apakah kami meninggalkan sesembahan sesembahan kami, karena seorang tukang syair yang gila [Surat Ash-Shaffat 35- 36]
②. Di masa mereka mengikuti agama Muhammad ﷺ sama saja penghinaan terhadap agama & budaya mereka & nenek moyang mereka karena berarti selama ini apa yang mereka lakukan adalah salah. Padahal mereka memandang diri mereka adalah orang-orang termulia diantara orang-orang Arab & mereka menganggap bahwa kedudukan tinggi mereka ini akan lenyap dengan mengikuti agama Muhammad ﷺ.

③ Mereka menganggap & menyangka bahwa dakwah tauhid yang dibawa oleh Muhammad ﷺ akan memerosotkan ekonomi mereka, karena selama ini mereka banyak mengambil keuntungan dunia dari datangnya orang-orang musyrikin untuk berhaji ke Mekkah & melakukan jual beli barang & juga berhala.

④. Dakwah kepada tauhid & iman dari hari akhir berarti harus menyerahkan diri secara total kepada Allāh ajja wajalla, menundukan harta dan jiwa mereka kepada Allāh & mereka harus siap meninggalkan seluruh dosa & kedzoliman mereka kepada orang lain & tentunya ini semua bertentangan dengan sebagian besar kebiasaan mereka saat itu.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

Thursday, July 25, 2019

HSI 10.25 Beberapa pelajaran dakwah jahriyah bagian 2


Halaqah yang Kedua Puluh lima dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah ”Beberapa Pelajaran Dari Awal Dakwah Jahriyah Bag II”.

Diantara Pelajaran yang bisa kita ambil dari awal dakwah Jahriyah Rasulullãh ﷺ

⑥ Permusuhan Abu Lahab kepada Rasulullãh ﷺ menunjukkan bahwa dakwah ini bukan dakwah kabilah atau ke suku an yang dibawa oleh kabilah tertentu & mengajak kepada suku tertentu, tetapi ini adalah agama & risalah dari Allāh untuk seluruh manusia & Jin.

⑦ Ucapan Abu Lahab kepada Rasulullãh ﷺ menunjukkan bahwa seorang dai di dalam dakwah & Amar Ma’ruf Nahi Mungkar akan mendengar ucapan² yang menyakitkan, maka hendaklah dia mengingat apa yang dikatakan oleh Abu Lahab kepada Rasulullãh ﷺ didepan manusia & ucapan ini tidak menjadikan beliau ﷺ dari dakwah beliau, demikian pula apabila seseorang mendengar ucapan yang menyakitkan dari manusia, hendaklah dia meminta kepada Allāh, semoga Allāh menjaganya & mencukupinya dari orang² yang mengejek & menghinanya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ [QS Al-Hijr 95]
sesungguhnya Kami akan mencukupi dirimu dari orang² yang mengejekmu.
Hendaklah seseorang banyak bertashbih kepada Allāh ketika merasa sempit dada nya karena mendengar ucapan orang yang menghinanya baik dengan ucapan atau perbuatan atau tulisan,

Karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ [QS Al-Hijr 97,98]

dan sungguh Kami mengetahui bahwa engkau sempit dadamu dengan apa yang mereka katakan, maka bertashbihlah dengan memuji Rabb mu & jadilah engkau termasuk orang² yang bersujud.
⑧ Surat Al Masad atau Al Lahab menunjukkan diantara Mukjizat Nabi ﷺ, karena ketika turun surat ini yang didalamnya ada kabar bahwa Abu Lahab akan masuk kedalam Neraka, Abu Lahab saat itu masih hidup & setelah itu sampai meninggal dunia Abu Lahab tidak masuk Islām & meninggal dalam keadaan kafir.

Tentunya yang seperti ini tidak mungkin bersumber kecuali dari Allāh Dzat Yang Maha Mengetahui Yang Ghoib.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

HSI 10.24 Beberapa pelajaran dakwah jahriyah 1


Halaqah yang Kedua Puluh empat dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah ”Beberapa Pelajaran Dari Awal Dakwah Jahriyah Bag I”.

Diantara Pelajaran yang bisa kita ambil dari awal dakwah Jahriyah Rasulullãh ﷺ :

① Dakwah dimulai dari keluarga seperti istri, anak, orang tua kaum kerabat, sebelum seseorang mendakwahi yang lain, karena sebagian dia sangat semangat mendakwahi orang lain memberikan waktu yang banyak kepada mereka tetapi dia melupakan keluarganya sendiri, menyia-nyiakan mereka & membiarkan mereka lalai & jahil tentang agamanya.

Oleh karena itu hendaklah masing-masing bertakwa kepada Allāh & bertanya apa yang sudah dia lakukan untuk keluarganya, sudahkah dia memberikan kepada mereka (hak mereka) khususnya didalam pendidikan agama menyuruh mereka berbuat taat & melarang mereka dari kemaksiatan ataukah dia dalam keadaan lalai dari yang demikian.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ [QS At-Tahrim 6]
Wahai orang² yang beriman hendaklah kalian menjaga diri kalian & keluarga kalian dari Neraka yang bahan bakarnya dari manusia & batu, didalamnya ada Malaikat yang keras lagi kasar, mereka tidak memaksiati Allāh didalam apa yang Allāh perintahkan kepada mereka & mereka mengerjakan apa yang diperintahkan kepada mereka.
Maka hendaklah seseorang memperhatikan keluarganya sebelum yang lain, mendakwahi mereka & bersabar atas gangguan mereka.

② Pentingnya didalam dakwah seseorang mengingatkan Azab Allāh & datangnya perhitungan amal.

③ Hendaknya seseorang merasa bahagia & bangga beragama Islām & melaksanakan syariat nya & tidak merasa malu dengan agama ini.

④ Ucapan beliau ﷺ “Ya shobahahu” adalah ucapan yang sering diucapkan oleh orang-orang Jahiliyyah & biasanya sambil mengucapkan ucapan ini mereka telanjang & melumurkan tanah dibadan mereka dengan tujuan supaya manusia berkumpul & mengabarkan tentang bahaya yang mengancam, namun Nabi ﷺ tidak melakukan demikian yaitu tidak melakukan telanjang & melumurkan tanah dibadan, karena kebiasaan tersebut bertentangan dengan syariat yang menyuruh kita untuk menutup aurat.

Demikian pula seorang muslim hendaklah dia memilih diantara adat istiadat yang tidak bertentangan dengan syariat. Apabila bertentangan dengan syariat maka tidak boleh seorang muslim melestarikan atau melakukan adat istiadat tersebut.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

HSI 10.23 Memulai dakwah terang


Halaqah yang Kedua Puluh tiga dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah ”Memulai Dakwah Jahriyah Atau Terang²an”.

Setelah 3 tahun berdakwah dengan Sirriyah turunlah perintah Allāh untuk memulai Dakwah dengan terang²an beliau ﷺ diperintahkan untuk memulai Dakwah kepada keluarga dekat beliau, Allāh berfirman:
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

[QS Asy-Syu’ara 214]

dan ingatkanlah keluarga dekatmu
Maka keluarlah Nabi ﷺ & menaiki bukit Shofa kemudian berteriak « Ya Shobahah» ini adalah sebuah kalimat yang dipakai oleh orang Arab untuk meminta tolong ketika melihat musuh akan menyerang.

Maka berkumpulah orang-orang Quraisy dari berbagai kobilah kemudian beliau ﷺ berkata kepada mereka

Ya Bani Fulan, Ya Bani Manaf, Ya Bani Abdil Mutholib apa pendapat kalian seandainya aku kabarkan kepada kalian bahwa pasukan berkuda akan keluar dari atas bukit ini, apakah kalian membenarkan aku?

Mereka berkata
kami tidak pernah melihat engkau berdusta

Beliau mengatakan
maka aku ingatkan tentang adanya adab yang pedih di depan kalian

Berkata Abu Lahab (paman Rasulullãh ﷺ)
celaka dirimu engkau tidak mengumpulkan kami kecuali untuk ini

Kemudian Abu Lahab pergi & turunlah surat Al Masad
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

celaka kedua tangan Abu Lahab

[HR Al Bukhari & Muslim]
Diantara hikmah memulai Dakwah dengan keluarga karena Mekkah penuh dengan semangat kabilah & kekeluargaan sehingga diharapkan mereka akan membantu menolong & membela dakwah ini.

Demikian pula negeri Mekkah & Quraisy memiliki kedudukan tinggi diantara kabilah² Arab sehingga seandainya mereka mendapatkan hidayah maka akan memiliki pengaruh yang besar terhadap kabilah² lain & ini tidak berarti bahwa Islām hanya untuk orang² Quraisy saja, ini hanyalah langkah pertama didalam menyampaikan agama Islām yang diturunkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla untuk seluruh alam.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Pandeglang

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.