ikhlas

Tuesday, November 19, 2019

HSI 10.55 Saling Menyaudarakan


Di dalam Islām semua orang yang beriman adalah bersaudara, sebagaimana ayat yang ke-10 Al Hujarat. Bersaudara yang diantara konsekwensinya saling tolong menolong, ada yg mengatakan bahwa berdasarkan beberapa riwayat, dahulu Nabi ﷺ 

mempersaudarakan antara kaum muslimin di kota Mekkah sebelum hijrah nya mereka ke kota Madinah, beliau mempersaudarakan antara Hamzah dengan Zaid bin Haritsah, antara Abu Bakar & Umar, antara Utsman bin Affan & Abdurahman bin Auf, antara Zubair Ibn Awwam dan Abdullah bin Mas’ud dll. Seandainya riwayat ini adalah riwayat yang benar maka persaudaraan disini hanyalah sebatas saling membantu tidak sampai saling mewarisi.

Adapun dikota Madinah maka Rasulullãh ﷺ telah mempersaudarakan orang-orang Muhajirin & Anshor karena kaum Muhajirin ketika mereka berhijrah ke Madinah menghadapi banyak persoalan baik ekonomi, kesehatan maupun sosial, mereka meninggalkan keluarga & harta mereka & keahlian mereka adalah berdagang bukan bertani atau keterampilan yang merupakan mata pencarian sebagian besar penduduk Madinah.

Sementara kalau mereka mau berdagang mereka tidak memiliki modal ditambah banyak diantara mereka yang tertimpa demam kota Madinah, namun para Anshor radiallahu anhum tidak pelit, bahkan mereka berkorban untuk saudara mereka dari Muhajirin & mendahulukan mereka meskipun mereka sendiri butuh.

Nabi ﷺ meminta orang-orang Anshor untuk membagi hasil kebun kurma mereka & tetap meminta mereka untuk mengelola kebun kurma mereka karena mereka lebih berpengalaman, sedangkan kaum Muhajirin maka lebih dipersiapkan oleh Nabi ﷺ untuk berdakwah & berjihad, ada yg mengatakan bahwa syariat persaudaraan ini terjadi 5 bulan setelah hijrah disaudarkan antara seorang Muhajirin & seorang Anshor & saat itu yang disaudarakan adalah 45 orang dari kalangan Muhajirin & 45 orang dari kalangan Anshor.

Syariat persaudaraan ini mengharuskan saling tolong menolong diantara mereka dalam segala perkara, saling menasihati, saling menziarahi, saling mencintai satu dengan yang lain, bahkan saling mewarisi satu dengan yang lain.

Ketika kaum Muhajirin sudah terbiasa dengan cuaca kota Madinah & mereka mulai tau pintu² rezeki dan mereka sudah mendapatkan rampasan perang di perang Badr, maka dihapuskanlah saling mewarisi antara seorang Muhajir & seorang Anshor.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

… ۚ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ ۗ
[QS Al-Anfal 75]
_dan keluarga sebagian mereka lebih dekat kepada sebagian yang lain didalam kitabullah_

Adapun kewajiban saling tolong menolong diantara mereka maka terus ada.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

HSI 10.54 Pengaruh Islam terhadap Tatanan Masyarakat Kota Madinah


Orang-orang Yahudi terus mengobarkan api peperangan antara Aus & Khodroj, puncaknya adalah diperang Bu’as terjadi 5 tahun sebelum hijrahnya Rasulullãh ﷺ, dimana Aus saat itu bisa mengalahkan Khodroj padahal sebelumnya Khodroj lah yang sering mengalahkan Aus, sehingga pada akhirnya Aus bersekutu dengan Bani Nadzir & Bani Quraidoh kemudian mengalahkan Khodroj di perang Bu’as.

Setelah itu sadarlah orang-orang Aus & Khodroj bahwa peperangan mereka selama ini menguntungkan orang-orang Yahudi dalam usaha mereka menguasai kota Madinah, oleh karena itu merekapun berusaha untuk berdamai bahkan mereka bersepakat untuk mengangkat Abdullah bin Ubai bin Salul (seorang pembesar Khodroj) untuk menjadi Raja Yastrib. Ini menunjukkan bagaimana Aus & khodroj mereka masih menjaga kekuatannya setelah perang Bu’as.

Peperangan yang berkepanjangan antara dua suku ini melahirkan keinginan yang kuat untuk berdamai & hidup tenang & hal ini bersamaan waktunya dengan masuknya Islām ke kota Madinah yang mengajak kepada persaudaraan & perdamaian.

Ketika Aus & Khodroj masuk Islām & berdatangan orang-orang Muhajirin maka hal ini sangat mempengaruhi tatanan kota Madinah, yang sebelumnya persatuan berdasarkan kabilah sekarang menjadi persatuan yang berdasarkan aqidah.

Penduduk Madinah yang sebelumnya terdiri dari orang-orang Yahudi & orang-orang musyrikin sekarang terbagi menjadi 3.

①. Orang-orang yang beriman. Terdiri dari sebagian besar orang Aus & khodroj yang masuk Islām, orang-orang Quraisy berhijrah & beberapa orang dari kabilah² Arab yang berhijrah.

②. Orang-orang Yahudi yang terdiri dari 3 suku.

③. Orang-orang munafikin yang mereka adalah sebagian kecil dari orang-orang Aus & Khodroj yang dahulunya mereka adalah musyrikin, kemudian menampakkan keislaman dan menyembunyikan ke kafiran.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

HSI 10.53 Masyarakat Madinah sebelum Hijrah


Yatsrib adalah nama Lama dari kota Madinah, daerah yang subur & banyak air dikelilingi oleh Al Harroh dari 4 arah mata angin.

Al Harroh adalah daerah yang berbatu hitam seperti terbakar.

Al Harroh disebelah Barat Madinah dinamakan Al Wabiroh.

Al Harroh disebelah Timur dinamakan Waqim.

Gunung Uhud disebelah Utara kota Madinah & disebelah Barat daya nya bukit ‘air.

Yatsrib ini adalah kota nama diantara yang sudah lama tinggal disana adalah orang-orang yahudi & orang-orang Arab dari suku aus & khodroj


Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

HSI 10.52 Tinggalnya Rasulullah di Rumah Abu Ayyub


Setelah masuk ke kota Madinah, beliau ﷺ berjalan menaiki unta nya setiap kali melewati rumah seorang pembesar Anshor, maka pembesar meminta tersebut kepada Nabi ﷺ untuk bertamu dirumahnya.

Beliau ﷺ berkata :

”biarkan unta ini berjalan karena dia diperintahkan”

Ternyata Unta tadi menderung didepan rumah Abu Ayyub al-Anshari, maka tinggallah beliau dirumah Abu Ayyub al-Anshari.

Dan didalam riwayat Ibnu Sa’ad didalam beliau kitab Ath Thobaqot disebutkan, bahwa Nabi ﷺ tinggal disana selama 7 bulan.

Dan rumah Abu Ayyub ada 2 tingkat, Abu Ayyub meminta kepada Nabi ﷺ supaya berkenan tinggal diatas, karena Abu Ayyub & Ummu Ayyub tidak nyaman berada di atas Nabi ﷺ. Namun beliau ﷺ menolak & mengatakan bahwa dibawah lebih nyaman bagi beliau & bagi yang bertamu kepada beliau.

Orang² Anshor sangat mencintai orang-orang muhajirin, mereka memberikan kepada kaum muhajirin harta & tempat tinggal & mendahulukan kepentingan Muhajirin daripada kepentingan mereka sendiri.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
[Surat Al-Hasyr 9]
 
dan orang-orang yang tinggal di Madinah dan mereka sudah beriman sebelumnya, mereka mencintai orang-orang yang hijrah kepada mereka & tidak menemukan didalam jiwa mereka rasa hasad terhadap apa yang diberikan kepada orang-orang Muhajirin & mereka mendahulukan orang-orang Muhajirin diatas diri² mereka sendiri meskipun mereka dalam keadaan butuh & barangsiapa yang dijaga dari kebahilan dirinya sendiri, maka merekalah orang-orang yang beruntung
Rasulullãh ﷺ didalam shahih Al bukhari, beliau memuji orang-orang Anshor & mengatakan:
لولا الهجرة لكنت امرأ من الأنصارة 
kalau bukan karena hijrah niscaya aku adalah termasuk orang-orang Anshor
Hijrah adalah suatu ujian tersendiri bagi kaum Muhajirin, mereka berpindah ke kota Madinah sebuah daerah yang baru yang berbeda iklim & cuaca nya dari kota Mekkah.

Madinah adalah daerah perkebunan kurma kelembapan kota Madinah lebih tinggi daripada kota Mekkah. Sebagian Muhajirin ketika mereka berhijrah ditimpa oleh demam, diantaranya adalah Abu Bakar & Bilal.

Nabi ﷺ bersabda :
”Ya Allāh jadikanlah kecintaan kami kepada Madinah sama dengan kecintaan kami kepada kota Mekkah atau lebih & jadikanlah dia sehat & berkahilah untuk kami di dalam sho & mut nya & pindahkanlah demam nya ke Al Juhfah”
(Hadits riwayat Al Bukhori)
Selain itu tempat tinggal yang seadanya makanan yang seadanya, meninggalkan harta & keluarganya yang mereka cintai di Mekkah, ini adalah ujian tersendiri bagi mereka, namun kaum Muhajirin berusaha mengalahkan itu semua untuk menyelamatkan akidah & agama mereka.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

HSI 10.51 Sampai Ke Kota Madinah


Setelah melewati perjalanan yang panjang & menegangkan, maka pada tanggal 12 Rabiul Awwal (hari senin menjelang siang) sampailah Nabi & Abu Bakar di Quba sebuah daerah 5 km di sebelah selatan kota Madinah. Tinggal di daerah ini Bani Amr bin Auf.

Didalam shahih Bukhori di sebutkan bahwa beliau ﷺ tinggal di Quba selama 14 hari & membangun disana pondasi masjid Quba. Ketika beliau berazam & berkehendak untuk memasuki kekota Madinah maka beliau mengirim utusan ke Bani An Naja’ & kaum Muslimin di kota Madinah sebelumnya telah mendengar keluarnya Nabi ﷺ dari Mekkah, setiap pagi mereka menunggu Nabi ﷺ dipinggiran kota Madinah & apabila telah terasa panasnya matahari maka mereka pun pulang kerumah nya. Demikianlah setiap hari sehingga ketika dihari Nabi ﷺ datang, mereka menunggu sampai pertengahan hari, kemudian pulang datang lah Nabi ﷺ, sementara mereka sudah masuk kedalam rumah² mereka.

Seorang Yahudi melihat Nabi, kemudian dia pun memanggil kaum muslimin, keluarlah mereka & menyambut Nabi ﷺ & bergembira dengan kegembiraan yang luar biasa. Telah menyambut beliau saat itu 500 orang Anshor, mereka mengelilingi Nabi & Abu bakar kemudian berjalan lah mereka semuanya memasuki ke kota Madinah.

Mereka berkata

”datang Nabiullah, datang Nabiullah”

Sebagaimana disebutkan didalam shahih Al Bukhari.

Laki-laki & juga wanita mereka naik keatas-atas rumah mereka untuk melihat Rasulullãh ﷺ orang yang sangat mereka tunggu. Anak² kecil berpencar dijalan seraya mengatakan

”Ya Muhammad, Ya Rasulullãh, Ya Muhammad, Ya Rasulullãh”

Sebagaimana disebutkan didalam shahih Muslim.

Berkata Al Bara Ibnu Aji

”aku tidak melihat penduduk Madinah bergembira lebih dari kegembiraan mereka dengan kedatangan Rasulullãh ﷺ”
Sebagaimana hal ini disebutkan didalam shahih Bukhori.

Adapun riwayat yang menyebutkan bahwa mereka menyambut Nabi ﷺ dengan Tholaal badru alaina Maka tidak ada disana riwayat yang shahih.

Demikian yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.