ikhlas

Monday, October 7, 2019

HSI 10.45 Bai’at Aqobah Kedua Bag II


Halaqah yang Empat Puluh Lima dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah ”Bai’at Aqobah Kedua Bag II”.

Demikianlah orang² Anshor membai’at Nabi ﷺ untuk taat, menolong & untuk perang. Sehingga Ubadah bin Ash-Shamit menamakan bai’at ini sebagai bai’at perang.

Berkata Ka’ab bin Malik Al Anshory (salah satu peserta bai’at) menceritakan secara terperinci peristiwa bai’at, beliau mengatakan:

kami keluar keluar bersama rombongan haji kaum kami yang masih musyrikin sementara kami sudah shalat & sudah faham, kemudian kami keluar untuk haji dan kami janjian dengan Rasulullãh ﷺ untuk bertemu di Aqobah ketika hari² Tasrik & kami menyembunyikan urusan kami ini dari orang² musyrikin maka kami tidur pada malam tersebut bersama kaum kami dikemah² mereka, kemudian ketika berlalu ⅓ malam, kami keluar dari kemah² kami untuk memenuhi janji Rasulullãh ﷺ, kami menyelinap seperti menyelinap nya Khoton (yaitu nama sejenis burung) sehingga kami berkumpul di Syi’b di Al Aqobah & jumlah kami 73 laki-laki & bersama kami 2 wanita diantara istri² kami Nusibah bintu Ka’ab & Asma bintu Amr, maka kami berkumpul di Syi’b menunggu Rasulullah ﷺ, sehingga datanglah beliau bersama Abbas bin Abdil Muthalib & saat itu Abbas diatas agama kaumnya, tapi dia ingin menghadiri urusan keponakan nya & meyakinkan keamanan beliau, ketika Nabi duduk maka yang pertama kali yang berbicara adalah Abbas bin Abdil Muthalib, beliau menjelaskan bahwa sekarang Rasulullãh ﷺ Dibawah perlindungan kaumnya (Bani Hasyim), akan tetapi beliau ingin Hijrah ke Madinah, oleh karena itu Abbas ingin meyakinkan penjagaan orang² Anshor terhadap beliau, kalau memang mereka tidak mampu untuk menjaga beliau maka silahkan mereka meninggalkan beliau dari sekarang, maka orang² Anshor pun meminta supaya Rasulullãh ﷺ berbicara sendiri & mengambil syarat² untuk diri beliau & Allāh ajja wajalla

Maka Rasulullãh ﷺ berbicara & membacakan Al-Qur’an, beliau mendakwahi kepada Islām & menyemangati mereka, kemudian berkata:

aku bai’at kalian untuk menjagaku sebagaimana kalian istri & anak kalian

Maka Al Bara’ bin Ma’rur mengambil tangan Nabi ﷺ & berkata:

ia & demi Allāh mengutus mu dengan kebenaran sungguh kami akan melindungimu sebagaimana kami melindungi pakaian kami bagian bawah, maka bai’at lah kami ya Rasulullãh, demi Allāh kami adalah ahli perang, kami warisi ini dari generasi ke generasi

Maka Abul Haisyam bin Abdi Haal bertanya

Ya Rasulullãh sesungguhnya antara kami & orang² Yahudi memiliki hubungan & kami akan memutusnya, apakah jika kami memutusnya, kemudian Allāh menampakkan mu engkau akan kembali kepada kaummu & meninggalkan kami

Tersenyum lah Rasulullãh ﷺ & berkata

darah dengan darah, kehancuran dengan kehancuran, aku dari kalian & kalian dariku, aku memerangi yg kalian perangi & berdamai dengan orang yang kalian berdamai dengan nya

Kemudian beliau berkata

keluarkan lah 12 orang wakil supaya menjadi wakil bagi kaumnya

Mereka pun mengeluarkan 12 orang (9 orang dari khodroj & 3 orang dari Aus).

Kemudian Nabi meminta kepada mereka untuk kembali ke tempat masing-masing & merekapun mendengar syaitan berteriak mengingatkan orang² Quraisy.

Berkata Al Abbas bin Ubadah

demi Allāh yang mengutusmu dengan kebenaran kalau engkau ingin maka kami akan memerangi orang² yang ada di Mina besok dengan pedang² kami

Maka Rasulullãh ﷺ bersabda

aku belum diperintahkan untuk berperang Tapin kembalilah ke tempat² kalian

Maka kembalilah mereka ke tempat mereka & di pagi hari datang beberapa pembesar Quraisy, bertanya kepada mereka tentang kabar bai’at kepada Nabi & ajakan mereka kepada Nabi untuk hijrah.

Maka orang² musyrikin khodroj & Aus bersumpah bahwa mereka tidak melakukannya & kaum muslimin saling melihat satu dengan yang lain.

Kisah ini diriwayatkan oleh Ibnu Hisyam di dalam sirahnya dengan sanad yang Hasan.

Demikianlah selesai bai’at dengan baik & kembalilah orang² Anshor ke kota Madinah menunggu hijrah nya Nabi ﷺ.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

HSI 10.44 Bai’at Aqobah Kedua Bag I


Halaqah yang Empat Puluh Empat dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah ”Bai’at Aqobah Kedua Bag I”.

Setelah tersebar Islām dikota Madinah sementara Rasulullãh ﷺ masih tinggal di Mekkah menghadapi gangguan orang² Quraisy yang semakin hari semakin keras, maka datanglah utusan orang² Anshor di musim haji & membai’at beliau ﷺ yang dikenal bai’at ini dengan bai’at Aqobah yang Kedua.
Berkata Zabir Ibnu Abdillah Al Anshory radiallahu anhu, kami berkata

sampai kapan kita biarkan Rasulullãh ﷺ dikejar² & ditakut²i di gunung² Mekkah

Maka pergilah 70 orang diantara kami & mendatangi beliau di musim haji, kami pun saling berjanji untuk bertemu dengan beliau di Syiab Al Aqobah, berkumpul lah kami dari satu orang, kemudian dua orang sehingga lengkaplah kami, kami berkata

wahai Rasulullãh, kami ingin membai’at mu

Beliau berkata kalian membai’at ku untuk mendengar & taat dalam keadaan semangat maupun malas, untuk berinfaq dalam keadaan mudah maupun susah, untuk beramal ma’ruf nahi mungkar & untuk berbicara dijalan Allāh, tidak takut celaan orang yang mencela & untuk menolong ku kemudian menjaga ku sebagaimana kalian menjaga diri² kalian, istri² kalian & anak² kalian, apabila aku mendatangi kalian & bagi kalian surga

Berkata Zabir, maka kami menuju beliau ﷺ & membai’at beliau.

As’ad bin Zurarah yang paling muda diantara mereka mengalami beliau & berkata

sebentar wahai penduduk Yasrid, sesungguhnya tidaklah kita datang dari jauh kecuali kita yakin beliau adalah Rasulullãh & mengeluarkan beliau sekarang berarti memisahkan diri dari orang² Arab semuanya & berarti pula akan terbunuh orang² yang terbaik diantara kalian & kalian akan berhadapan dengan pedang², maka mau bersabar atas ini semua & pahala kalian atas Allāh, atau kalian takut… Maka jelaskan dari sekarang maka ini adalah udzur kalian disisi Allāh

Mereka berkata

minggirlah ya As’ad, Demi Allāh kami tidak akan meninggalkan bai’at ini & tidak akan mencabutnya

Berkata Zabir, maka kami menuju beliau & membai’at beliau, maka beliau membai’at kami & memberikan syarat &kemudian menjanjikan surga untuk kami.

Abbas radiallahu anhu melihat wajah² para utusan Anshor tersebut kemudian beliau mengatakan

aku tidak mengenal kaum ini mereka adalah pemuda

Hadīts ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad didalam Musnad nya dengan sanad yang Hasan.

Dan ini menunjukkan bahwa sebagian besar orang² yang membai’at Nabi ﷺ pada saat itu adalah para pemuda.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy

HSI 10.43 Bai’at Aqobah Pertama


Halaqah yang Empat Puluh Tiga dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah ”Bai’at Aqobah Pertama”.

Bai’at Aqobah yang pertama terjadi setahun setelah pertemuan dengan utusan orang² Khodroj, datang sepuluh orang dari Khodroj diantaranya adalah:
  • Ubadah bin Ash-Shamit
  • As’ad bin Zurarah
  • Auf Ibnu Harits
  • Rafi’ bin Malik dll
Dan datang juga dua orang dari Aus, yaitu
  • Abul Haisyam
  • Uaim bin Saidah
Ini menunjukkan bahwa utusan Khodroj yang masuk Islām mereka menyebarkan Islām diantara kaumnya disamping itu mereka juga menyebarkan Islām diantara orang² Aus & ini adalah awal bersatunya dua kabilah dibawah bendera Islām.

Berkata Ubadah bin Ash-Shamit radiallahu anhu

aku termasuk yang menghadiri Aqobah yang pertama & kami 12 orang, maka kami membaiat Rasulullãh ﷺ dengan baiat para wanita sebelum diwajibkan atas kami berperang, kami membaiat beliau untuk tidak menyekutukan Allāh dengan sesuatu apapun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak² kami & tidak mengapa-adakan kedustaan didepan teangan ² kami & kaki² kami & tidak memaksiati beliau didalam kebaikan, kalau kalian menyempurnakan baiat ini maka bagi kalian surga & bila kalian melakukan sebagian dari maksiat² tadi maka urusan kepada Allāh, kalau Allāh menghendaki akan mengampuni & kalau Allāh menghendaki akan mengazab

Disebutkan oleh Ibnu Hisyam di dalam Siroh nya dengan sanad yang shahih.

Maksud isi bai’at mereka seperti bai’at wanita adalah bai’at wanita yang disebutkan oleh Allāh didalam surat Al-Mumtahanah ayat yang ke-12, juga ada didalamnya bai’at untuk berperang & bai’at wanita ini terjadi setelah kejadian Khudaibiyah yang terjadi pada tahun ke-6 Hijriyah.

Kemudian yang dimaksud tidak mengada-adakan kedustaan didepan tangan² kami & kaki² kami adalah tidak berdusta baik yang berkaitan dengan diri mereka maupun istri² mereka.

Setelah selesai bai’at Aqobah yang pertama & pulang orang² Anshor ke Madinah maka Rasulullãh ﷺ mengutus bersama mereka Mus’ab bin Umair radiallahu anhu untuk mengajarkan kepada mereka Al-Qur’an mengajarkan kepada mereka agama Islām. Maka Mus’ab radiallahu anhu melakukan tugas ini dengan sebaik-baiknya & tersebar Islām dikota Madinah & masuk Islām dengan sebab beliau Usaid bin Khubair & Sa’ad bin Mu’adz radiallahu anhum, kemudian beliau kembali ke kota Mekkah sebelum terjadinya bai’at Aqobah yang kedua.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy

HSI 10.42 Mendakwahi Kaum Anshor


Halaqah yang Empat Puluh Dua dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah ”Mendakwahi Kaum Anshor”.

Ketika Nabi mendakwahi para rombongan haji, beliau bertemu dengan beberapa orang yang datang dari Yasrid (nama lama dari kota Madinah) mereka menerima dakwah nabi & membenarkan beliau, beliau ﷺ membacakan kepada mereka Alquran, pulang lah mereka ke Yastrib & mengajak keluarganya masuk kedalam agama Islām, sehingga tidak tersisa sebuah rumah diantara rumah² Yastrib² kecuali disitu ada orang yang menerima agama Islām .

Diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad dari Jabir Ibnu Abdillah Al Anshori dengan sanad yang Hasan.

Hubungan yang pertama dengan orang-orang Yastrib terjadi di musim haji & umrah sebelum terjadi perang Buad sebuah perang besar antara Aus & Khodroj yang dimenangkan oleh orang-orang Aus, terbunuh didalam peperangan tersebut banyak korban pada kedua belah pihak termasuk diantaranya pembesar² mereka, terjadi peperangan ini 5 tahun sebelum hijrah nya Rasulullãh ﷺ.

Datanglah orang² Aus untuk meminta bantuan orang² Quraisy didalam memerangi Khodroj yang jumlah orang² Khodroj ini lebih banyak dari pada Orang² Aus datanglah Abul Haisab yang bernama Anas bin Rofi’ bersama rombongan untuk tujuan ini, maka Rasulullãh ﷺ mendengar kedatangan mereka, kemudian & membacakan kepada mereka Alquran.

Berkata Iyas bin Muadz (salah seorang yang datang bersama rombongan)

wahai kaumku ini demi Allāh lebih baik daripada apa yang kalian datang untuk nya

Maka Abul Haisar menghardiknya : diamlah Iyas

Kemudian Rasulullãh ﷺ meninggalkan mereka & merekapun pulang ke kota Madinah & terjadilah perang Bu’ad meninggal Iyas bin Muadz pada peperangan tersebut & kaumnya meninggal Iyas bertahlil, bertakbir bertahmid & bertashbih sampai dia meninggal dunia.
Disebutkan oleh Ibnu Hisyam didalam Siroh nya dengan sanad yang Hasan.

Rasulullãh ﷺ juga bertemu dengan orang² Khodroj di musim haji, di Akobah (Mina), beliau ﷺ berkata : siapakah kalian?

Mereka mengatakan : kami beberapa orang dari Khodroj

Beliau mengatakan : apakah termasuk pendukung orang-orang Yahudi

Mereka mengatakan : iya

Nabi ﷺ mengatakan : maukah kalian duduk, supaya aku berbicara dengan kalian

Mereka mengatakan : iya

Mereka pun duduk & Nabi ﷺ mendakwahi mereka kepada agama Islām & membacakan Al Quran kepada mereka.

Dikeluarkan oleh Ibnu Hisyam di dalam Siroh nya dengan sanad yang hasan.

Akhirnya mereka pun masuk Islām & mendakwahi kaumnya di kota Madinah.

Mungkin diantara sebab mengapa kaum Aus & Khodroj mudah menerima Islām yang dibawa Rasulullãh ﷺ adalah salah lelah nya mereka pada perang yang berkepanjangan & mereka membutuhkan aqidah yang bisa menyatukan mereka kembali, selain itu banyak pembesar² mereka yang meninggal selama peperangan sehingga tidak ada yang menghalangi mereka masuk ke dalam agama Islām karena takut kehilangan kekuasaan.

Disamping itu orang² Aus & Khodroj mereka hidup bertetangga dengan orang² Yahudi sehingga mereka sudah terbiasa mendengar tentang wahyu, kenabian, Surga & Neraka dll. Sehingga dengan anugerah dari Allāh dengan beberapa sebab inilah & tentunya setelah anugerah & karunia dari Allāh mereka mudah didalam menerima agama Islām yang dibawa oleh Rasulullãh ﷺ.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

HSI 10.41 Mendakwahi kabilah² yg datang berhaji & meminta bantuan mereka


Halaqah yang Empat Puluh Satu dari Silsilah Ilmiyyah Sirah Nabawiyah Adalah ”Mendakwahi kabilah² yg datang berhaji & meminta bantuan mereka”.

Setelah peristiwa Isra & Mi’raj beliau ﷺ melanjutkan dakwah nya dengan iman & semangat yang semakin bertambah, ketika musim haji beliau mendatangi berbagai kabilah yang datang ke Mekkah untuk melakukan ibadah haji.

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang Hasan, bahwa Rasulullãh ﷺ dipasar Lil Majaj mendatangi manusia ditempat² persinggahan mereka beliau mendakwahi mereka & di belakang beliau Abu Lahab yang mengatakan kepada manusia

wahai manusia janganlah orang ini menipu kalian didalam agama kalian & agama bapak² kalian

Dan didalam Musnad Ahmad juga disebutkan bahwa diantara yg ucapkan
يا أيها الناس قولوا لا إله إلا الله تفلحو
Wahai Manusia katakanlah la ilaha illallah niscaya kalian akan beruntung
Manusia saat itu berkumpul di sekitar beliau ﷺ & mereka tidak mengucapkan sepatah katapun & beliau ﷺ tidak diam bahkan mengulang² ucapan beliau, sementara Abu Lahab berteriak dan mengatakan

dia telah keluar dari agamanya, dia adalah pendusta dia ingin supaya kalian meninggalkan Tuhan² kalian & meninggalkan Al Latta wal Uzza

Dan diantara yg beliau ucapkan

apakah ada diantara kalian yang membawaku ke kaumnya, sesungguhnya Quraisy telah melarangku untuk menyampaikan salam Rabb ku ajja wajalla

Maka datanglah seorang laki-laki dari Hamdan, kemudian Rasulullãh ﷺ bertanya

siapa dirimu?

Dan dia berkata : dari Hamdan

Beliau ﷺ mengatakan : apakah kaummu bisa membelaku

Dia mengatakan : iya

Kemudian laki-laki ini berkata : aku akan mendatangi kaumku & mengabarkan kepada mereka & aku akan mendatangimu tahun depan

Nabi berkata : iya

Hadīts ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang shahih.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

*Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.