ikhlas

Monday, April 8, 2019

HSI 9.11 Beriman Dengan Taqdir Dan Mengambil Sebab Bagian 03


Halaqah yang Ke Sebelas dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh "Beriman Dengan Takdir dan Mengambil Sebab Bag 3".

Telah berlalu bahwa kebahagiaan & kesengsaraan telah ditakdirkan tempat seseorang di Surga atau di Neraka telah ditakdirkan dan seorang yang beriman sebagaimana dia diperintahkan mengambil sebab didalam perkara Dunia maka juga diperintahkan mengambil mengambil sebab didalam perkara² Akhirat.

Seorang yang beriman diperintahkan mengambil sebab mendapatkan kebahagiaan di akhirat dan mengambil sebab keselamatan dari azab.

Sebab mendapatkan kebahagiaan di akhirat dan keselamatan dari azab di akhirat adalah Beriman dengan syariat Allāh dengan cara menjalankan perintah, menjauhi larangan, membenarkan kabar² Allāh ajja wa jalla, mengimani janji pahala, dan juga mengimani ancaman² terhadap dosa. 
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُون

“Dan orang² yang beriman dan beramal shaleh mereka lah penduduk Surga, mereka kekal didalamnya” (Al-Baqarah 82)

Thursday, April 4, 2019

HSI 9.10 - Beriman Dengan Taqdir Dan Mengambil Sebab Bagian 02


Halaqah yang Ke Sepuluh dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh "Beriman Dengan Takdir dan Mengambil Sebab Bag 2"

Banyak dan sedikitnya keturunan sudah ditakdirkan oleh Allāh ajja wajalla tetapi bukan berarti seorang muslim menunggu tanpa usaha untuk mendapatkan keturunan bahkan dia diperintahkan untuk menikah sebagai sebab & upaya untuk mendapatkan keturunan.


Rasulullãh ﷺ bersabda:
تَزَوَّجُوْا الْوَدُوْدَ الْوَلُوْدَ فَإِنِّي مُكَاثِرُ بكم الأممَ..

“Nikahilah wanita yang penyayang lagi subur karena sesungguhnya karena sesungguhnya aku membanggakan banyaknya kalian didepan umat yang lain” (HR Abu Daud dan An Nasaii di shahihkan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah)
Sakit dan kesembuhan dari penyakit sudah di takdirkan oleh Allāh ajja wajalla namun kita diperintahkan untuk menjauhi sebab terkena penyakit dan diperintahkan pula untuk berobat apabila seseorang ditimpa sakit.

Rasulullãh ﷺ bersabda:
إنَّ اللهَ عزَّ وجلَّ حيثُ خلق الداءَ خلق الدواءَ فتداووا

“Sesungguhnya Allāh ajja wajalla ketika menciptakan penyakit Dia juga menciptakan obatnya, maka berobat lah kalian” (HR Ahmad dari Annas bin Malik radiallahu anhu dan di hasan kan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah)

HSI 9.09 - Beriman Dengan Taqdir Dan Mengambil Sebab Bagian 01


Halaqah yang ke Sembilan dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh "Beriman Dengan Takdir dan Mengambil Sebab Bag 1".

Seorang yang beriman selain diperintah untuk beriman dengan Takdir Allāh juga diperintah untuk mengambil sebab dan bertawakal kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan tidak bertawakal kepada sebab tersebut. Rezeki sudah oleh Allāh ajja wajalla dan kita diperintahkan untuk mencari rezeki yang halal.
…ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ…

“Dan Allāh telah menghalalkan jual beli” (Al-Baqarah 275)
Dan didalam sebuah hadits Rasulullãh ﷺ bersabda:

لَأَنْ يَحْتَزِمَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةَ مِنْ حَطَبٍ فَيَحْمِلَهَا عَلَى ظَهْرِهِ فَيَبِيعَهَا خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ رَجُلًا يُعْطِيهِ أَوْ يَمْنَعُهُ

“Sungguh salah seorang diantara kalian mencari satu ikat kayu bakar kemudian mengangkatnya diatas punggungnya lebih baik daripada dia meminta orang lain baik diberi atau tidak diberi” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)

HSI 9.08 - Cara Beriman Dengan Taqdir Allāh Bagian 05


Halaqah yang ke Delapan dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh "Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 5".

Diantara Cara Beriman Dengan Takdir Allāh adalah dengan mengimani tingkatan Takdir yang ke-4 yaitu penciptaan Allāh terhadap sesuatu, maksudnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah Pencipta segala sesuatu yang ada di Langit maupun yg ada di Bumi (sifat-sifatnya dan amalan nya)

  • Menciptakan pelaku dan amalan yang dilakukan
  • Menciptakan orang yang beriman dan keimanannya
  • Menciptakan orang yang kafir dan kekafirannya
  • Menciptakan orang yang taat dan ketaatannya
  • Menciptakan pelaku maksiat da kemaksiatannya
  • Menciptakan setiap yang bergerak & gerakannya
  • Dan setiap yang diam dan diamnya
Tidak ada yang mencipta selain Allāh ajja wajalla, Dia-lah Al Kholiq & selainnya adalah makhluk, Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

“Dan Allāh yang menciptakan kalian & apa yang kalian kerjakan” (Ash-Shaffat 96)
Dan Allāh berfirman:
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ…

“Allāh yang menciptakan segala sesuatu” (Az-Zumar 62)
Dan Rasulullãh ﷺ bersabda:
إنَّ اللهَ خلق كلَّ صانعٍ و صنعتَه

"Sesungguhnya Allāh Dia-lah yang menciptakan setiap pelaku & apa yang dia lakukan”. (HR Al Hakim didalam Al Mustadrak & di shahih kan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah)
Inilah 4 tingkatan yang barangsiapa tidak beriman dengan salah satunya maka dia tidak beriman dengan Al Qadha dan Al Qadar.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy

Tuesday, April 2, 2019

HSI 9.07 - Cara Beriman Dengan Taqdir Allāh Bagian 04


Halaqah yang ke Tujuh dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh "Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 4".

Diantara Cara Beriman Dengan Takdir Allāh dengan mengimani tingkatan Takdir yang ke-3 yaitu Masyiiatullah / kehendak Allāh dan yang dimaksud adalah beriman bahwa apa yang Allāh kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Allāh kehendaki maka tidak akan terjadi

Dan apa yang ada dilangit dan di bumi berupa bergeraknya sesuatu atau diam nya sesuatu maka dengan kehendak Allāh dan tidak mungkin terjadi dikerajaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla apa yang tidak dikehendaki-Nya.

Diantara dalilnya dari Alquran adalah firman Allāh:
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya perkara Allāh apabila menginginkan sesuatu adalah mengatakan *JADILAH* Maka jadilah dia” (Ya-Sin 82)
Dan Allāh berfirman:
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ…

“Dan seandainya Rabb mu mungkin menghendaki niscaya akan beriman seluruh yang ada dibumi” (Yunus 99)
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ…

“Katakanlah Ya Allāh yang memiliki kerajaan, Engkau memberi kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki & mencabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki & Engkau memuliakan siapa yang Engkau kehendaki & menghinakan siapa yang Engkau kehendaki” (Ali ‘Imran 26)
Dan Allāh berfirman:
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Dan tidaklah kalian menginginkan kecuali dengan kehendak Allāh Rabb semesta alam” (At-Takwir 29)
Adapun dari As-Sunnah, maka Rasulullãh ﷺ bersabda:
لا يقل أحدُكم : اللهمَّ اغفر لي إن شئتَ ، ارحمني إن شئتَ ، ارزقني إن شئتَ ، وليَعزِمْ مسألتَه ، إنَّهُ يفعلُ ما يشاءُ ، لا مُكْرِهَ لهُ

“Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan Ya Allāh ampunilah aku jika Engkau menghendaki, sayangilah aku jika engkau menghendaki, berilah aku rezeki apabila engkau menghendaki. Maka hendaklah dia menguatkan permintaan karena Allāh melakukan apa yang dikehendaki tidak ada yang memaksanya”. (HR Bukhari)
Berkata Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah
مَا شِئْتَ كَانَ، وإنْ لم أشَأْ – وَمَا شِئْتُ إن لَمْ تَشأْ لَمْ يكنْ

"Apa yang Engkau kehendaki ya Allāh terjadi, meskipun aku tidak menghendakinya & apa yang aku kehendaki kalau Engkau tidak menghendakinya maka tidak akan terjadi” (atsar ini dikeluarkan oleh Al Lalikai didalam kitab beliau Syarhu Ushuli Itiqadi Ahli sunnati wal Jamaah Minal kitabi wa Sunnah Wa ijmai shahabat IV-702)
Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy