ikhlas

Thursday, April 4, 2019

HSI 9.09 - Beriman Dengan Taqdir Dan Mengambil Sebab Bagian 01


Halaqah yang ke Sembilan dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh "Beriman Dengan Takdir dan Mengambil Sebab Bag 1".

Seorang yang beriman selain diperintah untuk beriman dengan Takdir Allāh juga diperintah untuk mengambil sebab dan bertawakal kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla dan tidak bertawakal kepada sebab tersebut. Rezeki sudah oleh Allāh ajja wajalla dan kita diperintahkan untuk mencari rezeki yang halal.
…ۗ وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ…

“Dan Allāh telah menghalalkan jual beli” (Al-Baqarah 275)
Dan didalam sebuah hadits Rasulullãh ﷺ bersabda:

لَأَنْ يَحْتَزِمَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةَ مِنْ حَطَبٍ فَيَحْمِلَهَا عَلَى ظَهْرِهِ فَيَبِيعَهَا خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ رَجُلًا يُعْطِيهِ أَوْ يَمْنَعُهُ

“Sungguh salah seorang diantara kalian mencari satu ikat kayu bakar kemudian mengangkatnya diatas punggungnya lebih baik daripada dia meminta orang lain baik diberi atau tidak diberi” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu)

HSI 9.08 - Cara Beriman Dengan Taqdir Allāh Bagian 05


Halaqah yang ke Delapan dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh "Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 5".

Diantara Cara Beriman Dengan Takdir Allāh adalah dengan mengimani tingkatan Takdir yang ke-4 yaitu penciptaan Allāh terhadap sesuatu, maksudnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah Pencipta segala sesuatu yang ada di Langit maupun yg ada di Bumi (sifat-sifatnya dan amalan nya)

  • Menciptakan pelaku dan amalan yang dilakukan
  • Menciptakan orang yang beriman dan keimanannya
  • Menciptakan orang yang kafir dan kekafirannya
  • Menciptakan orang yang taat dan ketaatannya
  • Menciptakan pelaku maksiat da kemaksiatannya
  • Menciptakan setiap yang bergerak & gerakannya
  • Dan setiap yang diam dan diamnya
Tidak ada yang mencipta selain Allāh ajja wajalla, Dia-lah Al Kholiq & selainnya adalah makhluk, Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ

“Dan Allāh yang menciptakan kalian & apa yang kalian kerjakan” (Ash-Shaffat 96)
Dan Allāh berfirman:
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ…

“Allāh yang menciptakan segala sesuatu” (Az-Zumar 62)
Dan Rasulullãh ﷺ bersabda:
إنَّ اللهَ خلق كلَّ صانعٍ و صنعتَه

"Sesungguhnya Allāh Dia-lah yang menciptakan setiap pelaku & apa yang dia lakukan”. (HR Al Hakim didalam Al Mustadrak & di shahih kan oleh Syaikh Al Albani rahimahullah)
Inilah 4 tingkatan yang barangsiapa tidak beriman dengan salah satunya maka dia tidak beriman dengan Al Qadha dan Al Qadar.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy

Tuesday, April 2, 2019

HSI 9.07 - Cara Beriman Dengan Taqdir Allāh Bagian 04


Halaqah yang ke Tujuh dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh "Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 4".

Diantara Cara Beriman Dengan Takdir Allāh dengan mengimani tingkatan Takdir yang ke-3 yaitu Masyiiatullah / kehendak Allāh dan yang dimaksud adalah beriman bahwa apa yang Allāh kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Allāh kehendaki maka tidak akan terjadi

Dan apa yang ada dilangit dan di bumi berupa bergeraknya sesuatu atau diam nya sesuatu maka dengan kehendak Allāh dan tidak mungkin terjadi dikerajaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla apa yang tidak dikehendaki-Nya.

Diantara dalilnya dari Alquran adalah firman Allāh:
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya perkara Allāh apabila menginginkan sesuatu adalah mengatakan *JADILAH* Maka jadilah dia” (Ya-Sin 82)
Dan Allāh berfirman:
وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَآمَنَ مَنْ فِي الْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ…

“Dan seandainya Rabb mu mungkin menghendaki niscaya akan beriman seluruh yang ada dibumi” (Yunus 99)
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ…

“Katakanlah Ya Allāh yang memiliki kerajaan, Engkau memberi kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki & mencabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki & Engkau memuliakan siapa yang Engkau kehendaki & menghinakan siapa yang Engkau kehendaki” (Ali ‘Imran 26)
Dan Allāh berfirman:
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

“Dan tidaklah kalian menginginkan kecuali dengan kehendak Allāh Rabb semesta alam” (At-Takwir 29)
Adapun dari As-Sunnah, maka Rasulullãh ﷺ bersabda:
لا يقل أحدُكم : اللهمَّ اغفر لي إن شئتَ ، ارحمني إن شئتَ ، ارزقني إن شئتَ ، وليَعزِمْ مسألتَه ، إنَّهُ يفعلُ ما يشاءُ ، لا مُكْرِهَ لهُ

“Janganlah salah seorang dari kalian mengatakan Ya Allāh ampunilah aku jika Engkau menghendaki, sayangilah aku jika engkau menghendaki, berilah aku rezeki apabila engkau menghendaki. Maka hendaklah dia menguatkan permintaan karena Allāh melakukan apa yang dikehendaki tidak ada yang memaksanya”. (HR Bukhari)
Berkata Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah
مَا شِئْتَ كَانَ، وإنْ لم أشَأْ – وَمَا شِئْتُ إن لَمْ تَشأْ لَمْ يكنْ

"Apa yang Engkau kehendaki ya Allāh terjadi, meskipun aku tidak menghendakinya & apa yang aku kehendaki kalau Engkau tidak menghendakinya maka tidak akan terjadi” (atsar ini dikeluarkan oleh Al Lalikai didalam kitab beliau Syarhu Ushuli Itiqadi Ahli sunnati wal Jamaah Minal kitabi wa Sunnah Wa ijmai shahabat IV-702)
Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy

HSI 9.06 - Cara Beriman Dengan Taqdir Allāh Bagian 03


Halaqah yang ke enam dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh "Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 3".

Selain beriman dengan penulisan takdir ajali yang mencakup seluruh perkara, maka para ulama menyebutkan bahwa termasuk beriman dengan penulisan takdir adalah Beriman Dengan Beberapa Jenis Penulisan Takdir yang lain. Yang merupakan bagian dari penulisan takdir ajali.

1. Takdir Umri


Yaitu penulisan takdir seseorang diawal umurnya ketika didalam rahim ibunya, ditulis rezeki, ajal, amalan, kesengsaraan dia & kebahagiaan.

Dalilnya adalah hadits Abdullah Ibnu Mas’ud radiallahu anhu, Rasulullãh ﷺ bersabda:
إنَّ أَحَدَكُم يُجْمَعُ خلقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُوْنُ في ذلك عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ في ذلك مُضْغَةً مِثلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ الْمَلَكُ فيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ، وَأَجَلِهِ، وَعَمَلِهِ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ، (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaanya di perut ibunya selama 40 hari, kemudian didalamnya sebagai segumpal darah selama 40 hari, kemudian didalamnya sebagai segumpal daging selama 40 hari, kemudian diutus seorang Malaikat kemudian meniup nyawa didalamnya & diperintahkan dengan 4 kalimat yaitu menulis rezekinya, ajalnya, amalannya & apakah dia sengsara atau orang yang bahagia”. (HR Bukhari dan Muslim)
2. Takdir Hauli

Yaitu takdir khusus kejadian selama satu tahun ditentukan dimalam Lailatul Qadar.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

“Sesungguhnya Kami telah turunkan Al Quran pada malam yang berbarakah, sesungguhnya Kami memberikan peringatan didalamnya di pisahkan seluruh perkara yang kokoh” (Ad-Dukhan 3- 4)
3. Takdir Yaumi

Yaitu pelaksanaan apa yang sudah ditulis pada waktu yang sudah ditentukan, Dalilnya adalah firman Allāh:
.. ۚ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ

“Setiap hari Dia (Allāh) dalam sebuah urusan” (Ar-Rahman 29)
Diantara urusan Allāh adalah mengampuni dosa, menciptakan, melenyapkan, menghidupkan, mematikan, memuliakan, menghinakan, memberi & menahan dll. Dan perlu diketahui bahwa Takdir Yaumi, Hauli & Umri tidak keluar dari apa yang sudah tertulis di dalam takdir Ajali.

Demikian yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy

Monday, April 1, 2019

HSI 9.05 - Cara Beriman Dengan Taqdir Allāh Bagian 02


Halaqah yang ke lima dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Takdir Allāh "Cara Beriman Dengan Takdir Allah Bag 2".

Diantara cara beriman dengan Takdir Allāh adalah dengan mengimani tingkatan Takdir yang kedua, yaitu penulisan Allāh terhadap seluruh Takdir makhluk Nya di dalam Al Lauful Mahfudz, maka tidaklah terjadi sesuatu di alam ini kecuali Allāh telah menulisnya didalam Kitāb tersebut, tidak mungkin apa yang terjadi di alam ini keluar dari apa yang sudah Allāh tuliskan.

Dalil² tentang Beriman Dengan penulisan Allāh terhadap Takdir di dalam Al Lauful Mahfudz dari Alquran diantaranya :

Firman Allāh ajja wajalla:
وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ

“Dan Kami telah menulis didalam Kitāb-kitab yang Kami turunkan setelah sebelumnya ditulis didalam Al Dzikir, bahwa Bumi ini diwarisi oleh hamba²Ku yang shaleh” (Al-Anbiya’ 105)
Al Dzikr adalah nama lain dari Al Lauful Mahfudz.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

“Sesungguhnya Kami lah yang menghidupkan orang² yang mati & Kami lah yang menulis apa yang mereka kerjakan & bekas² mereka & segala sesuatu Kami ikhso didalam Kitāb yang jelas” (Ya-Sin 120)
Makna ikhso diantaranya Allāh mengetahuinya menjaganya, menetapkannya didalam Kitāb tersebut.

Yang dimaksud dengan Kitab yang jelas adalah Al Lauful Mahfudz.
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۗ إِنَّ ذَٰلِكَ فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

“Bukankah kamu mengetahui bahwa Allāh mengetahui apa yang ada di langit & di bumi sesungguhnya yg demikian ada di dalam Kitab, sesungguhnya yang demikian sangat mudah bagi Allāh” (Al-Hajj 70)
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
… ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ..

“Kami tidak lupakan sesuatu pun didalam Al Lauful Mahfudz” (Al-An’am 38)
Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
… ۚ وَمَا يَعْزُبُ عَنْ رَبِّكَ مِنْ مِثْقَالِ ذَرَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَلَا أَصْغَرَ مِنْ ذَٰلِكَ وَلَا أَكْبَرَ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Dan tidak terlepas dari pengetahuan Allāh sesuatu sebesar semut kecilpun baik di bumi maupun di langit baik yang lebih kecil daripada itu atau lebih besar kecuali didalam Kitāb yang jelas” (Yunus 61)
Adapun dari Sunnah maka Rasulullãh ﷺ bersabda:
كتب الله مقادير الخلائق قَبْلَ أَنْ يَخُلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ

“Allāh menulis Takdir² bagi para makhlukNya lima puluh ribu tahun sebelum Allāh menciptakan langit dan bumi” (HR Muslim)
Dan Rasulullãh ﷺ bersabda:
وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ

“Dan Allāh menulis di dalam Al Dzikr (Al Lauful Mahfudz) segala sesuatu” (HR Bukhori dan Muslim)
Dan Beliau ﷺ bersabda:
مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلا وَقَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ و مَقْعَدُهُ الْجَنَّةِ

“Tidak ada diantara kalian kecuali sudah di tulis tempat nya didalam Neraka & tempatnya di dalam surga” (HR Bukhori dan Muslim])
Demikian yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

*Materi audio ini disampaikan didalam Group WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah HSI Abdullah Roy