ikhlas

Monday, May 7, 2018

An-Nawaqidhul Islam 32 : Penjelasan Kaidah Ketujuh Kitab Nawaqidhul Islam Bagian 3


Diceritakan bahwasanya dahulu ketika Nabi Sulaiman meninggal dunia Syaitan & juga Jin menaruh sihir dibawah singgasana beliau yg isinya ini adalah bacaan². Kemudian mengabarkan kepada manusia bahwasanya dahulu Sulaiman bisa mendudukan kami (Jin dan juga Syaitan) adalah karena membaca sihir ini.

Yaitu membaca bacaan ini. Padahal ini adalah kedustaan dari syaitan & juga Jin, Allāh Subhānahu wa Ta’āla Dia-lah yang telah menundukan Jin & juga syaitan untuk Nabi Sulaiman alaihi wasallam, menundukan mereka sehingga mereka tunduk ketika diperintah oleh Nabi Sulaiman alaihi wasallam

Diperintahkan untuk membangun maka mereka membangun

Diperintahkan untuk menyelam kedalam lautan, mengambil apa yang ada didalam laut berupa perhiasan mereka melakukan

Friday, May 4, 2018

An-Nawaqidhul Islam 31 : Penjelasan Kaidah Ketujuh Kitab Nawaqidhul Islam Bagian 2



Sihir jenis banyak, diantaranya kata beliau adalah Asharf wal athf

Ashorf – الصرف

Di dalam bahasa Arab artinya memalingkan, maksud beliau adalah memalingkan dari rasa cinta menjadi rasa benci antara seorang suami dengan istri atau antara seorang kawan dengan kawannya yang sebelumnya ada rasa cinta diantara keduanya kemudian dengan bantuan syaitan dirubah menjadi rasa benci diantara keduanya. Maka ini dinamakan Ashorf & ini termasuk sihir & diharamkan didalam agama Islām.

Demikian pula Alathf ini adalah kebalikan dari Ashorf yang artinya adalah cinta yaitu menjadi seseorang yang awalnya saling membenci menjadi saling mencintai atau dengan nama yang lain, sebagaimana datang dalam hadits – Attiwalah.
Sebagaimana beliau ﷺ bersabda :

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

Sesungguhnya mantra-mantra, jimat-jimat dan juga attiwalah semua ini adalah  syirik.

An-Nawaqidhul Islam 30 : Penjelasan Kaidah Ketujuh Kitab Nawaqidhul Islam Bagian 1



Berkata mualif rahimahullah

السَّابِعُ: السِّحْرُ – وَمِنْهُ:الصَّرْفُ وَالعَطْفُ-، فَمَنْ فَعَلَهُ أَوْ رَضِيَ بِهِ كَفَرَ، وَالدَلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى: ﴿وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ﴾

Beliau mengatakan :

Assaabi – السَّابِعُ-yang ketujuh yaitu diantara pembatal-pembatal keIslaman
السِّحْرُ – وَمِنْهُ:الصَّرْفُ وَالعَطْف

Sihir diantaranya / contohnya adalah _sharf dan ath,_ dan insyaallah akan kita terangkan maknanya

فَمَنْ فَعَلَهُ

Maka barangsiapa yang mengerjakannya (yaitu mengerjakan sihir)

أَوْ رَضِيَ بِهِ

Atau dia meridhoi sihir

كَفَرَ،

Maka dia telah kufur (keluar dari Islām)

وَالدَلِيلُ قَوْلُهُ تَعَالَى

Friday, April 27, 2018

An-Nawaqidhul Islam 29 : Penjelasan Kaidah Keenam Kitab Nawaqidhul Islam Bagian 3



Diantara sifat orang yang beriman adalah menghormati Rasulullãh ﷺ

Dan diantara bentuk penghormatan kita kepada Rasulullãh ﷺ adalah menghormati istri²nya, mereka adalah ibu-ibu kita & juga menghormati para shahabat nya, Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah memilih wanita-wanita tersebut sebagai istri² RasulNya  ﷺ demikian pula menghormati para shahabat radiallahu anhum. 

Ini adalah termasuk bentuk penghormatan kita kepada Rasulullãh ﷺ. 

ورسوله كنتم تستهزؤون 

“kalian beristihja & mengejek mereka ”
لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ 
”Janganlah kalian meminta udzur”
قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ 

”Janganlah kalian meminta udzur /beralasan, sungguh kalian telah kufur keluar dari Islām”
بَعْدَ إِيمَانِكُمْ 

“setelah keimanan kalian”


Monday, April 23, 2018

An-Nawaqidhul Islam 28 : Penjelasan Kaidah Keenam Kitab Nawaqidhul Islam Bagian 2



Diantara bentuk perendahan terhadap Allāh Subhānahu wa Ta’āla, adalah meyakini bahwasanya Allāh Subhānahu wa Ta’āla memiliki anak, sebagaimana orang-orang musyrikin

وَيَجْعَلُـونَ لِلَّهِ الْبَنـَاتِ سـُبْحَانَهُ ۙ وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَ


[QS An-Nahl 57]
“Dan mereka menjadikan bagi Allāh anak anak wanita, Maha Suci Allāh & mereka menjadikan bagi diri mereka anak-anak laki-laki ”


Ini adalah bentuk perendahan yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin, demikian pula orang-orang Yahudi dan Nashrani yang mereka mengatakan sebagaimana yang Allāh kabarkan

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ۖ 

[QS At-Tawbah 30]
“orang-orang Yahudi mengatakan ‘Uzair adalah anak Allāh & orang-orang Nahsrani mengatakan Isa (yaitu Al-Masih) adalah anak Allāh ”