ikhlas

Tuesday, November 21, 2017

HSI Al-Qawa'idul Arba' 05 : Makna Istighfar dan Ketaatan


Beliau melanjutkan,

وَإِذَا أذَنبَ اسْتَغْفَر
Dan apabila dia berdosa maka dia beristighfar.
Beristighfar atas dosa yang dilakukan. Makna beristighfar mengandung dua perkara. Yang pertama memohon kepada Alloh agar ditutupi dosa tersebut sehingga tidak terbongkar maksiat tersebut. Istighfaro berasal dari kata ghofaro yang artinya menutupi. Yang kedua memohon agar dosanya dihapus, sehingga kelak tidak akan diazab oleh Alloh karena dosanya.

HSI Al-Qawa'idul Arba' 04 : Penjelasan Doa Pengarang


Beliau melanjutkan doa bagi pembaca,

 وَأَنْ يَجْعَلَكَ مُبَارَكًا أَيْنَمَا كُنْتََ
 
Dan semoga Alloh menjadikanmu (pembaca) diberkahi di manapun berada.
Ini juga merupakan doa yang agung. Berbarokah artinya memiliki banyak kebaikan yang langgeng dan terus-menerus ada bersama kita, memberikan manfaat. Dan orang yang berbarokah adalah orang yang banyak kebaikannya yang diberikan kepada diri sendiri maupun orang lain. Ketika dia berilmu dan berbarokah, maka ilmu itu memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Begitu juga ketika dia memiliki keluangan rezeki, memiliki kekuasaan dan berbarokah, maka rezeki dan kekuasaan tersebut akan memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Berbarokah dimana pun berada, maka dia akan selalu memperoleh barokah baik di rumah maupun luar rumah, bersama keluarga maupun bersama orang lain, dan seterusnya. Tidak ada orang yang dekat dengan dia kecuali akan memperoleh faedah dari dirinya. 

HSI Al-Qawa'idul Arba' 03: Penjelasan Kalimat As'alulloh Hal Kariim


أسأل الله الكريم رب العرش العظيم أن يتولاك في الدنيا والآخرة
"Aku berdoa kepada Alloh Yang Maha Pemurah, Rob yang memiliki, menguasai arsy yang besar , supaya Alloh menjagamu di dunia dan di akhirat."
Setelah mengucapkan basmalah, beliau mendoakan kita yang membaca kitab beliau. Ini adalah adab yang sangat baik, seorang yang mengajar, mendoakan muridnya.

HSI Al-Qawa'idul Arba' 02: PenJelasan Kalimat Bismillahirohmanirrohim


Beliau mengawali kitab beliau dengan tulisan basmalah, seperti Alloh Subhanahu Wa Ta'ala yang mengawali Alquran dengan basmalah dan Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi Wasallam ketika mengirim risalah kepada para penguasa yang berisi dakwah islam dan tauhid juga mengawalinya dengan basmalah. Contohnya ketika Nabi Sholallohu Alaihi Wasallam mengirim risalah ke Hierocl.

Huruf "bi" dalam basmalah adalah huruf "ba" isti'anah, yaitu "ba" yang fungsinya untuk memohon pertolongan. Orang yang mengucapkan "bismillahirrohmanirrohim" artinya "Aku memohon pertolongan kepada Allah Ar-Rohman, Ar-Rohim". Orang yang mengucapkan basmalah, maka pada hakekatnya dia telah memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


Monday, November 20, 2017

HSI Al-Qawa'idul Arba' 01: Pengantar Penjelasan Kitab Al-Qawa'idul Arba'


Kitab Al-Qawa'idul Arba' (Empat Kaidah) adalah kitab yang ringkas yang dikarang oleh Al-Imam As-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimi rahimahulloh (1115-1206H). Beliau telah belajar agama sejak kecil dengan bapak beliau sendiri dan ulama-ulama besar di zamannya, di antaranya adalah Syaikh Muhammad Khayah As-Sindy.

Beliau juga melakukan banyak perjalanan untuk menuntut ilmu seperti ke daerah Hijaz (Mekkah dan Madinah), Basrah dan hampir juga pergi ke Syam namun ada halangan. Di zaman beliau banyak terjadi kerusakan agama berupa kesyirikan yaitu penyembahan terhadap selain Alloh 'azza wa jalla di daerah beliau sendiri dan daerah tetangga. Bentuk kesyirikannya seperti pengagungan terhadap kuburan sahabat Radhiallohuanhu, pengagungan terhadap pohon yang besar. Untuk itu beliau banyak berdakwah kepada semua orang, dari yang kecil sampai yang dewasa, bahkan sampai ke keluarga kerajaan.