ikhlas

Monday, October 9, 2017

HSI 7.16 - Kitab Al-Qurān (Bagian 2)


Diantara keistimewaan Al-Qurān,
■ Keistimewaan Keempat | Al-Qurān diturunkan secara berangsur-angsur.
Al-Qurān Allāh turunkan dari Lauhul Mahfūzh ke langit dunia di bulan Ramadhān, pada malam Laylatul Qadr.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
“Bulan Ramadhān yang diturunkan di dalamnya Al-Qurān.” (QS Al-Baqarah: 185)

Tuesday, October 3, 2017

HSI 7.15 - Kitab Al-Qurān (Bagian 1)


● PENGERTIAN AL-QURĀN SECARA BAHASA
Al-Qurān secara bahasa adalah mashdar dari قَرَأَ, artinya جَمَعَ (yaitu mengumpulkan).
Dinamakan demikian karena Al-Qurān mengumpulkan kisah-kisah, perintah-perintah, larangan-larangan, pahala dan juga ancaman dan juga mengumpulkan ayat-ayat serta surat-surat satu dengan yang lain.
● PENGERTIAN AL-QURĀN SECARA SYARI’AT
Adapun secara syari’at, maka Al-Qurān adalah kalāmullāh yang diturunkan kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam melalui Jibrīl ‘alayhissalām dan ditulis di dalam mushaf dari awal surat Al-Fātihah sampai akhir surat An-Nās.
Allāh telah memberikan keistimewaan yang banyak terhadap Al-Qurān yang tidak dimiliki kitab-kitab sebelumnya, diantaranya:

HSI 7.14 - Kitāb Injil (Bagian 3)


Diantara kesalahan yang ada di dalam Al-Injīl yang tersebar sekarang adalah penyebutan nasab Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām kepada laki-laki.

[Sebagaimana dalam Injil Matius pasal 1 ayat 1-17 dan di dalam Injil Lucas pasal 3 ayat 23-38]

Padahal Allāh telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām lahir dari:

✓Seorang wanita tanpa disentuh laki-laki

✓Seorang wanita yang shālihah, bukan wanita pezina

✓Bukan wanita yang bersuami

Sebagai tanda kekuasaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

HSI 7.13 - Kitāb Injil (Bagian 2)


Diantara kabar yang kita ketahui tentang Al-Injīl di dalam Al-Qurān dan juga hadits-hadits Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam,
■ Ketiga | Tentang sebagian yang terkandung di dalam Al-Injīl.
Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan diantara kandungan Kitab Injīl adalah:
● ⑴ KABAR GEMBIRA TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD ﷺ .
[Sebagaimana dalam QS Al-A’rāf: 157]
Demikian pula,
● ⑵ PENYEBUTAN SIFAT SHAHĀBAT RASŪLULLĀH ﷺ .
[Sebagaimana dalam QS Al-Fath: 29]

HSI 7.12 - Kitāb Injil (Bagian 1)


Ada yang mengatakan bahwa kata Al-Injīl berasal dari bahasa Yunani yang artinya kabar gembira.
Diantara kabar yang kita ketahui tentang Al-Injīl didalam Alqur’an dan Al Hadits :
⑴  Al-Injīl diturunkan kepada Nabi Isa alaihi salam.
Allāh berfirman :
ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ…
“Kemudian Kami susulkan setelah mereka yaitu Nabi Nuh & Nabi Ibrahim Rasul-rasul Kami & kami susulkan pula Isa Putra Maryam dan Kami berikan Injīl kepadanya… ”[Surat Al-Hadid 27]
⑵ Al-Injīl diturunkan untuk membenarkan At Taurat mengikutinya dan tidak menyelisihinya.
Allāh berfirman :
وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ
” Dan Kami susulkan setelah mereka dengan Isa putra Maryam yang membenarkan apa yang datang sebelumnya berupa kitab Taurāt dan Kami berikan Injīl kepadanya didalamnya ada petunjuk dan cahaya dan Injīl tersebut datang untuk membenarkan kitab yang datang sebelumnya yaitu kitab Taurāt dan petunjuk serta nasehat bagi orang-orang yang bertaqwa ”[Surat Al-Ma’idah 46]